Minggu, 19 Juni 2011

salah satu fase terindah dalam hidup saya pun berakhir

semalam, ah semalam, kalau saya mengingat lagi, tak ada habisnya. secara resmi, itu waktu terakhir dimana saya berkumpul bersama teman SMA, walaupun hanya setengah dari seluruhnya, tapi saya bahagia. mungkin masih ada waktu berkumpul, tapi tidak seindah semalam.
diiringi DJ, kita semua, PRESCOTTE, berdansa bersama sama, membunuh waktu.
secara keseluruhan, saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada teman teman yang sudah mengisi kehidupan saya dengan semua suka dan duka, dengan apapun yang kalian punya. terima kasih.
dan kata maaf pun saya ucapkan untuk kalian semua, karena saya juga manusia, pasti memiliki banyak salah kepada kalian.
mungkin kalian semua tidak membaca ini, tapi itu bukan soal. yang terpenting adalah kita pernah bersama sama berjuang dan saling mengenal satu sama lain di SMA.
terima kasih AGESTU, walaupun di awal saya kurang begitu di terima, terima kasih telah mengisi sebagian cerita SMA saya.
SOTI, ini kelas super, aduh, saya ga dapet pelajaran pelajaran yang benar disini, saya hanya tau bersenang senang, ya itu saja keahlian kita tampaknya hahaha pak Prasojopun bisa parkinson di kelas kita hahaha indahnya....
terakhir, TUSSBOL, kelas dimana para penjahat berkumpul. ya seperti layaknya tempat penjahat, kelas ini sulit, sangat sangat sulit di atur dan tebak. tapi gapapalah, saya bahagia disini, walaupun sering jadi bahan olok olok, yasudahlah, terima saja, saya tak menyesal juga ada disini.
PRESCOTTE, aduh, saya benar benar tidak punya kata kata lagi mengambarkan betapa saya bahagia menjadi salah satu dari kalian, kalian indah :)
salah satu fase terindah telah berakhir, kita tidak dapat menemukan masa ini lagi, tapi ingat teman, masa masa penting menunggu kita, tetap semangat, semoga di beberapa tahun mendatang kita bertemu, kita memiliki banyak cerita kesuksesan.
SALAM PRESCOTTE!

Selasa, 07 Juni 2011

keterpaksaan yang menarik

HUBUNGAN
dalam hal ini antara anak adam dan hawa, adalah menyatukan dua kepribadian dalam satu hati, satu jalur dan satu jalan keluar. mudah? tentu tidak..... sulit? ya bisa di bilang. dalam hal ini, bukan bagaimana kita akan mencoba menerima seseorang sebagaimana mestinya mereka, karena sebenarnya, menurut otak saya yang dangkal ini, menerima pasangan apa adanya itu tidak ada alias nol besar.
saat kita bertemu seseorang yang menarik, hal yang pertama kita lakukan adalah membenahi diri, benar bukan?
saat sudah dalam tahap PDKT, kita berubah menjadi orang lain, mencoba menjadi tempat yang nyaman
saat sudah terealisasi, kita harus menerima, mau tidak mau, pasangan kita yang beberapa sifatnya tidak membuat kita nyaman
lalu apanya yang menerima apa adanya?
mungkin, ketimbang menerima apa adanya, lebih cocok disebut kemampuan untuk mengalah atau ya seperti judulnya, keterpaksaan yang menarik