Kamis, 20 Oktober 2011

Bukan Curhat

Bahagia. Satu kata, tujuh huruf, bermakna sejuta. Relatif sih memang ukuran kebahagiaan seseorang, tergantung bagaimana seseorang menikmati dan mensyukuri apa yang dia dapat. Ada yang berpikir bahwa bahagia itu "punya uang banyak". Ada juga yang menjawab bahagia itu "kehangatan keluarga". Dan banyak lagi bahagia - bahagia lain. Tidak perlu munafik, saya setuju dengan pendapat pertama. Memang, uang bukan segalanya. Tapi di zaman seperti ini, siapa yang tidak butuh uang? Logikanya, jika banyak uang, kita juga bisa membahagiakan orang lain, siapapun itu. Lalu, saya menoleh ke seberang.
Saya lihat, mereka memiliki banyak uang. Saya masuk ke dalam, lalu saya belum merasa tentram. Saya mencoba mencari tahu dengan kepolosan saya, apa yang kurang? Mobil satu anggota satu. Gadget mewah. fasilitas lengkap, tapi... kenapa dingin? Saya terus telusuri. Oh saya tahu. seketika saya merubah pendapat saya. Yang paling penting adalah kehangatan keluarga. Percuma juga jika banyak uang, tapi saat kembali ke rumah, hanya melihat bapak sibuk menonton gadgetnya, ibu sibuk di dapur dan saudara pergi entah kemana. Bayangkan jika di suatu rumah, satu jam satu keluarga berkumpul membicarakan harinya. "Tadi bapak ketemu orang di kantor begini loh....." "gimana masakan ibu? enak tidak?" "pak, bu, tadi aku dapat nilai 100 loh!". Terasa kan? *jadi kangen rumah*. Lalu saya pergi dari tempat itu, menyusuri jalan sambil berpikir lagi.
"Memang tak mungkin ada yang menggantikan kehangatan rumah. Tapi, tak mungkin kita selamanya dirumah. Suatu saat, saya harus pergi, mencari teman untuk membuat rumah yang baru". Lalu saya menambah pemahaman saya. Kebahagiaan itu adalah menemukan teman yang pas. Yang belajar hal baru hanya untuk membuat obrolan menarik. Yang merubah dirinya untuk membuat saya bahagia dan menempatkan saya di posisi "tidak perlu khawatir". Yang ikut menemani menonton bola, mendengar Alesana bersama atau ikut menonton film yang sebenarnya tidak dia suka. Indah sepertinya. Lalu saya terhentak dan kembali berpikir, "berarti, teman saya ini bukan dia yang sebenarnya. Dia hanya peran dari film hati saya". Saya merenung di kursi sambil menyeruput kopi dan kembali memperluas pandangan saya.
Akhirnya saya tiba pada suatu titik bahwa bahagia itu adalah bersyukur dan mengerti. Belajar melihat kebawah. Berapapun uang yang kita punya, jika kita bersyukur dan melihat kebawah, uang itu akan terasa cukup atau bahkan lebih. Bersyukur terhadap bagaimanapun keluarga kita. Karena ternyata banyak bayi lahir tanpa keluarga. Banyak orang menggantungkan hidupnya di jalan. Dan mengerti. Siapapun dan bagaimanapun nanti teman kita, mereka dikirim bukan untuk membuat apapun terasa mudah. Tapi untuk menjadi partner belajar. Menjadi kaki saat kita lumpuh, menjadi lampu saat kita melihat terlalu gelap. Mulai sekarang, saya mencoba belajar bersyukur dan mengerti. Karena memang, peran yang kita mainkan tak akan berjalan seperti aktor lucu yang sepertinya tidak memiliki beban.
Well, seperti kata Indomie, ini bahagiaku, bagaimana bahagiamu?

Selasa, 18 Oktober 2011

Aku tahu

mengutip secuil lirik yang dinyanyikan Chris Martin di sebuah lagu ".....Nobody say it was easy........."

jalan tak selamanya lurus
di gurunpun tak selamanya panas
aku tahu, aku yakin
tak ada yang pasti
tak selamanya ini seperti air dari pegunungan
kita berubah
akupun sadar, aku adalah aku
egois, tidak sesuai umur, pemarah

aku ini kaum dhuafa
meminta kamu membagi dan terlihat tidak memberi
terkadang memaksa kamu mengasihani
aku narapidana
terjebak di sel gelap yang terdengar hanya suara tuan tikus berdecit
memohon kamu datang, lalu memaksa kamu disini, membuang kunci dan menoleh dari pintu keluar

aku tahu, ada sesuatu
ada misteri, ada harapan, ada gangguan dan ada pula kerisauan
aku tahu, ada yang berbeda
aku tahu, kita tak selamanya berjalan lurus
aku tahu, kamu gundah dengan celoteh dari tempat liur
aku tahu, ada tembok bertuliskan rindu dan cemburu
mungkin aku terlihat congkak, merasa tahu apapun yang sebenarnya tidak aku mengerti
congkak sekali sampai terus mengatur apa yang tidak dan harus kamu lakukan

yang aku tidak tahu, cara untuk menyapa dunia tanpa kamu di kantung tak terlihat

maaf karena kesulitan membuat kamu tidur pulas untuk menyapaku dengan selamat pagi

Rabu, 03 Agustus 2011

30 Second to Mars - Hurricane

No matter how many times
did you told me you wanted to leave
No matter how many breaths
that you took, you still couldn't breath
No matter how many nights did you lie,
I'd wait to the sounds of pausing rain
Where did you go?
Where did you go?
Where did you go?

[Kanye West]
Heart beat, a heart beat,
I need a heart beat, a heart beat...

[Chorus]
Tell me would you kill to save your life?
Tell me would you kill to prove you're right?
Crash, crash... burn, let it all burn
This hurricane's chasing us all underground

No matter how many days I die, I will never forget
No matter how many lies I live, I will never regret
Theres a fire inside of this heart in a riot
about to explode into flames
Where is your God?
Where is your God?
Where is your God?

Do you really want?
Do you really want me?
Do you really want me dead or alive to torture for my sins?

Do you really want?
Do you really want me?
Do you really want me dead or alive to live a lie?

[Kanye West]
(A heart beat, a heart beat, I need a heart beat...
You know I gotta leave, I can't stay, I know I gotta go, I can't stay)

Tell me would you kill to save a life?
Tell me would you kill to prove your right?
Crash, crash... burn, let it all burn
This hurricane's chasing us all underground

[Kanye West]
You say you wrong, you wrong, I’m right, I’m right, you’re wrong, we fight
Ok, I’m running from the light, running from the day to night
Oh, the quiet silence defines our misery
The riot inside keeps trying to visit me
No matter how we try, it’s too much history
Too many bad notes playing in our symphony
So let it breathe, let it fly, let it go
Let it fall, let it crash, burn slow.
And then you call upon God
You call upon God

[Chorus]
Tell me would you kill to save a life?
Tell me would you kill to prove your right?
Crash, crash... burn, let it all burn
This hurricane is chasing us all underground

Oh, oh, oh... This hurricane...
Oh, oh, oh... This hurricane...
Oh, oh, oh... This hurricane...
Oh, oh, oh!

Do you really want?
Do you really want me?
Do you really want me dead or alive to torture for my sins?

Do you really want?
Do you really want me?
Do you really want me dead or alive to live a lie?

Running away from the night,
Running away from the light,
Running away to save your life.

Minggu, 19 Juni 2011

salah satu fase terindah dalam hidup saya pun berakhir

semalam, ah semalam, kalau saya mengingat lagi, tak ada habisnya. secara resmi, itu waktu terakhir dimana saya berkumpul bersama teman SMA, walaupun hanya setengah dari seluruhnya, tapi saya bahagia. mungkin masih ada waktu berkumpul, tapi tidak seindah semalam.
diiringi DJ, kita semua, PRESCOTTE, berdansa bersama sama, membunuh waktu.
secara keseluruhan, saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada teman teman yang sudah mengisi kehidupan saya dengan semua suka dan duka, dengan apapun yang kalian punya. terima kasih.
dan kata maaf pun saya ucapkan untuk kalian semua, karena saya juga manusia, pasti memiliki banyak salah kepada kalian.
mungkin kalian semua tidak membaca ini, tapi itu bukan soal. yang terpenting adalah kita pernah bersama sama berjuang dan saling mengenal satu sama lain di SMA.
terima kasih AGESTU, walaupun di awal saya kurang begitu di terima, terima kasih telah mengisi sebagian cerita SMA saya.
SOTI, ini kelas super, aduh, saya ga dapet pelajaran pelajaran yang benar disini, saya hanya tau bersenang senang, ya itu saja keahlian kita tampaknya hahaha pak Prasojopun bisa parkinson di kelas kita hahaha indahnya....
terakhir, TUSSBOL, kelas dimana para penjahat berkumpul. ya seperti layaknya tempat penjahat, kelas ini sulit, sangat sangat sulit di atur dan tebak. tapi gapapalah, saya bahagia disini, walaupun sering jadi bahan olok olok, yasudahlah, terima saja, saya tak menyesal juga ada disini.
PRESCOTTE, aduh, saya benar benar tidak punya kata kata lagi mengambarkan betapa saya bahagia menjadi salah satu dari kalian, kalian indah :)
salah satu fase terindah telah berakhir, kita tidak dapat menemukan masa ini lagi, tapi ingat teman, masa masa penting menunggu kita, tetap semangat, semoga di beberapa tahun mendatang kita bertemu, kita memiliki banyak cerita kesuksesan.
SALAM PRESCOTTE!

Selasa, 07 Juni 2011

keterpaksaan yang menarik

HUBUNGAN
dalam hal ini antara anak adam dan hawa, adalah menyatukan dua kepribadian dalam satu hati, satu jalur dan satu jalan keluar. mudah? tentu tidak..... sulit? ya bisa di bilang. dalam hal ini, bukan bagaimana kita akan mencoba menerima seseorang sebagaimana mestinya mereka, karena sebenarnya, menurut otak saya yang dangkal ini, menerima pasangan apa adanya itu tidak ada alias nol besar.
saat kita bertemu seseorang yang menarik, hal yang pertama kita lakukan adalah membenahi diri, benar bukan?
saat sudah dalam tahap PDKT, kita berubah menjadi orang lain, mencoba menjadi tempat yang nyaman
saat sudah terealisasi, kita harus menerima, mau tidak mau, pasangan kita yang beberapa sifatnya tidak membuat kita nyaman
lalu apanya yang menerima apa adanya?
mungkin, ketimbang menerima apa adanya, lebih cocok disebut kemampuan untuk mengalah atau ya seperti judulnya, keterpaksaan yang menarik

Sabtu, 14 Mei 2011

Hari ke-10 tanpa kaki kanan

jadi ceritanya dimulai pada hari Rabu, 4 Mei 2011....
entah kenapa, gua sangat antusias mengikuti lomba di SMA Global Mandiri, yah mungkin karena main di lapangan gede kan jadinya posisi sayap kanan udah pasti jadi milik gua (HAHAHAHAHAHA sombong dikit ._.)
gua sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, mulai dengan (kembali) berhenti merokok sampai sebisa mungkin tidak tidur larut...
dan akhirnya, untung tak dapat di raih, malang tak dapat di tolak, brak, dalam suatu insiden, Ridho, kiper dewa bat ini di 99, meloncat dengan sigap menghalau bola yang sayangnya, mendarat di kaki kanan gua T.T
seketika ada yang aneh dengan dengkul gua, rasanya aneh, ga bisa di tekuk, ga bisa lurus! singkat cerita, lutut gua geser bray, dari kelas 4 SD main bola, ga pernah cidera, sekalinya cidera, langsung dapet cidera yang ngebuat seorang pemain sepak bola profesional PENSIUN!
sedih? tentu
mengeluh? sedikit
nyesel main bola? ini ga pernah terlintas
seneng? seenggaknya kaki gua ga patah dan tetep bisa foto bts sama abim tussbol walaupun dengan penuh perjuangan
dan yang paling menyenangkan, yah tak lain dan tak bukan, Izzati, ya Izzati :)
terima kasih karena dengan senang hati menjaga dan menemaniku hampir setiap hari di saat sulit ini
hari ini rencana kontrol ini kaki lagi, semoga, perban sudah bisa di lepas dan gua sudah bisa belajar jalan seperti biasa lagi, ga sabar buat main bola hehe


PS : I love you, beb :)

Selasa, 19 April 2011

Izzati Dwifitriani

dia buku baru saya
dia teman saya di SMP
dia berada di kelas yang sama dengan saya di bangku kelas 3 SMA
dia bukan wanita tercantik di sekolah saya
dia juga tidak seksi, dia gemuk, seperti itulah jika tidak dibilang gendut
dia cerewet, bukan wanita idaman saya
dia mudah mendapatkan teman lelaki, satu hal dari banyak hal yang tidak saya suka dari seorang wanita (re: saya pencemburu)
dia terlalu banyak bergerak, ya seperti itulah kalau diperhalus hehe kasarnya, dia tidak bisa diam
dia bukan pendengar yang baik sedangkan saya banyak bicara
dia tidak sempurna, seperti yang lainnya

tapi dia mempercayai saya
dia pintar
dia mengajarkan saya lewat gerak geriknya bahwa cemburu hanyalah kunci pembuka perpisahan
dia mengatakan lewat tutur katanya bahwa menjadi pendengar itu tidak buruk
dia membuat saya belajar untuk percaya
dia menghiraukan apa yang orang bilang tentang saya
dia membawa angin perubahan tentang paradigma saya tentang wanita
dia terus mencoba mengimbangi ego saya yang tinggi
dia tidak memberi saya alasan untuk bersedih jika mengingat saya adalah miliknya
dia membuat saya berdoa "Tuhan, dia orangnya"

2 days left

menuju kebebasan, menuju sesuatu yang baru

Jumat, 15 April 2011

celoteh baru untuk cerita baru

Halo asalamualaikum :D
Mau iseng iseng doang mainan inian lagi, habis percuma juga punya kalo ga dimainin, ga enak sama yang empunya blogger, maap yak (?)
Mau cerita aja, cerita yang lama, yang ada di posting posting sebelumnya, udah ga akan bertambah lagi, udah berganti episode.
Buku yang baru namanya Izzati Dwifitriani. Dia satu SMP sama gua di 102 dan alhamdulilah kebetulan pas SMA satu sekolah juga dan pas kelas 3 ini, sekelas, mungkin emang udah jalurnya begitu hehe. Ga muluk muluk, semoga hubungan ini bisa berjalan sesuai dengan harapan, amin ya Allah.
Ngomong ngomong kelas 3 nih, 3 hari lagi ogud UN, 4 hari, 6 pelajaran, 5 paket, dengan perbedaaan paket di tiap pelajarannya, kebayang kan gimana susahnya? Oke lebih ._. Untung bapak Nana dan ibu Fatimah menamakan gua Dean, yah, seenggaknya gua ga duduk di depan hehe.
Okelah, mari berdoa untuk buku baru gua dan untuk kelulusan gua └(˘.˘└)
Angakat gelas, kita bersulang!